Login Form

Log in
 
 
Jum at, 18 2012
28 Jumadil Akhir 1433 H

Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)

 

“Tidak henti-hentinya manusia memerangi kabah ini sampai ada suatu pasukan besar menyerangnya. Tatkala mereka sampai di Baida’ (sebuah tempat yang rata) mereka dibenamkan awal dan akhirnya dan tidak selamat pula di tengah-tengahnya.

 

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)- Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. (Q.S ar-Rum [30] :21).

 

 

Home Mimbar Jum'at Kejarlah Akhirat
JADWAL SHALAT
 Shubuh
04:35
 Fajar
05:51
 Dzuhur
11:51
 Ashar
15:14
 Maghrib
17:47
 Isya
18:59
 
 
Berlaku untuk wilayah
DKI JAKARTA dan sekitarnya.

Wilayah Lainnya :
 Bandung  - 3 Mnt
 Purwokerto  - 9.6 Mnt
 Kebumen  - 11 Mnt
 Solo  - 16Mnt
 Malang  - 23 Mnt
 Banyuwangi  - 30 Mnt
 Surabaya  - 24 Mnt
 Yogyakarta  - 14 Mnt

Who's Online

We have 22 guests online

Anda Pengunjung Ke

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini801
mod_vvisit_counterKemarin898
mod_vvisit_counterMinggu Ini4779
mod_vvisit_counterBulan Ini16761
Kejarlah Akhirat PDF Print E-mail
User Rating: / 12
PoorBest 
     "Hai Kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang  kekal."  (Al Mu'min : 39 ) 

    Rasulullah SAW pernah memberi nasihat kepada Ibnu Umar, "Jadilah kamu didunia ini seperti orang asing atau pengembara dalam perjalanan" dan seolah-olah Ibnu Umar berkata, "Jika kamu berada diwaktu sore jangan tunggu pagi dan jika kamu diwaktu pagi jangan menunggu sore. Lakukanlah diwaktu sehatmu sebelum engkau sakit dan diwaktu hidupmu untuk kematianmu." (H.R. Bukhari).

Sekarang ini masih sangat banyak orang yang lalai terhadap kehidupan akhirat. Padahal setiap orang mengakui bahwa dirinya tidak kekal. Meraka yakin bahwa suatu saat dia akan meninggalkan dunia, tetapi uniknya mereka seolah-olah tidak peduli mau kemana setelah kematian. Kepercayaannya terhadap hidup sesudah mati tidak kokoh, apalagi membentuk pribadi dan sifat pembawaannya. Hal ini paling tidak disebabkan tiga faktor :

  1. Mereka tidak mengenal hakikat dunia yang sekarang dijalanninya.
  2. Mereka masih ragu terhadap keterangan-keterangan yang diberikan Allah didalam Al Qur'an tentang kehidupan dunia dan akhirat.
  3. Mereka tidak mendominasi diri dengan keterangan-keterangan tersebut dan membiarkan dirinya dalam kelalaian dengan mengejar-ngejar kehidupan duniawi.

Hakikat Dunia

       Berdasarkan sabda Rasulullah kepada Ibnu Umar diatas, dunia tak lain hanyalah kesenangan sementara. Orang yang hidup didalamnya tidak ubahnya seorang perantau yang akan kembali ke kampung halamannya. Seorang perantau yang baik tentu tahu bahwa ia harus menyiapkan bekal yang cukup agar perjalanan pulangnya nanti menyenangkan dan dikampung halaman kembali dengan gembira. Tetapi para perantau yang lalai tidak peduli dengan keadaan dirinya yang berada dinegeri orang. Ia bersikap seenaknya dan semau gue. Tba masanya ia akan diusir kembali kekampung halaman dengan keadaan hina dan sengsara. Tidakkah ia memperhatikan firman Allah berikut ini , "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megaha diantara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengangumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu" (Al Hadid : 20)

       Rasulullah saw senantiasa mengingatkan para sahabatnya tentang hakikat dunia agar mereka tidak terperosok ke dalam tipuannya. Antara lain beliau bersabda : "Dunia ini cantik dan hijau. Sesungguhnya Allah menjadikan kamu Khalifah dan Allah mengamati apa yang kamu lakukan, karena itu jauhilah godaan wanita dan dunia. Sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa bani Israil adalah godaan kaum wanita"(H.R. Ahmad). Kendati dunia tempat yang tidak kekal tetapi hendanya dijalani dengan serius. Seorang Muslim harus mampu menggenggam dunia, bukan dihatinya tetapi ditangannya. Ibarat kendaraan, dunia harus kita tunggangi bukan menunggangi kita. Karena dunia menentukan keadaan baik buruknya kita diakherat nanti. Dunia yang baik (hasanah dunia) bagi seorang muslim adalah dunia yang diarahkan ke akhirat. Artinya kita wajib menjalani hidup dunia sebagai wasilah (sarana) untuk mencapai kebahagianan akhirat kelak. Ada tiga bentu manusia dalam menghadapi kehidupan akhirat, yaitu :

  1. Orang yang kufur terhadap kehidupan akhirat.

           Yaitu mereka yang mengganggap hidup akherat itu sebagai khayalan atau sekedar isapan jempol. Mereka mengingkari adanya kehidupan yang lain setelah kematian. Karenanya mereka perduli dengan syurga dan tidak takut dengan ancaman neraka. Bila dikatakan kepada mereka tentang ancaman Allah, pastilah mereka mengejek dan menghinakan firman Allah : "Mereka hanya mengetahui yang zhohir dari kehidupan dunia sedangkan terhadap kehidupan akhirat mereka lalai"(Ar Rum : 8). Maka kelompok ini berusaha untuk meraih kesenangan hidup sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan halal atau haram, hak orang lain ataupun kepentingan masyarakat. yang penting dirinya puas dan merasa senang.

  2. Orang yang mengimani akhirat tetapi tidak bekerja untuk memperolehnya.

           Yaitu orang yang enggan dan bermalas-malasan dalam mencari akhirat. Padahal ia tahu bahwa akhirat itu merupakan kehidupan sebenarnya. Mereka tahu syurga itu indah dan penuh kenikmatan namun tidak berupaya untuk meraihnya. Mereka tahu bahwa siksa neraka itu mengerikan dan dahsyat tetapi mereka tetap melakukan perbuatan yang dapat menyeretnya keneraka. Iman mereka tantang akhirat dipenuhi keraguan sehingga tidak membentuk sikap dan prilakunya, Firman Allah : "sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak smapai (tanggung-tanggung) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya" (An Naml : 66). Kelompok ini dan kelompok pertama tadi perbuatannya tidak berorientasikan akhirat. Akibatnya ia ditunggangi kesenangan duniawi. Allah mengancam :"Barang siapa yang menghendaki kehidupan sekarang (duniawai), maka kami segerakan baginya didunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan kami tentukan baginya neraka jahanam. Ia akan memasukannya dalam keadaan tercela dan terusir"(Al Isra : 18).

  3. Orang Yang mengimani akhirat dan bekerja keras untuk meraih kebahagiannya

           Yaitu mereka yang yakin dengan janji-janji Allah yang ditetapkan bagi manusia sebagai balasan bagi perbuatannya didunia. Keyakinan ini bersumber dari pengenalan dan penghayatan terhadap ayat-ayat Al Qur'an atau keterangan Rasulullah tentang akhirat. Mereka meyakini bahwa kesuksesan sejati adalah selamat dari api neraka dan masuk kedalam surga. Firman Allah : "Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan kedalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang memperdayakan" (Ali Imran : 185).

       Seluruh tingkah laku dan perbuatan seorang muslim diarahkan agar berniali ibadah sehingga hidupnya penuh barokah dan pahala. Kendati demikian seorang muslim meyakini bahwa seseorang masuk surga bukanlah karena amal sholeh yang dilakukannya, tetapi karena rahmat dan kasih sayang Allah. karenanya setiap muslim berkewajiban mengharapkan keridhaan Allah dan pahala hari akhirat dengan sebenarnya. "Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha kearah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah seorang muslim, maka meraka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik" (Al Isra : 19). Dengan kata lain, mereka yang mengejar akhirat akan memperoleh akhirat dan dunia, sedangkan yang hanya mengejar dunia akan mendapat dunia saja. Tidak ada baginya sedikitpun bagian akhirat.

* sumber  - Lembaran da'wah keluarga Marhamah