Login Form

Log in
 
 
Jum at, 18 2012
28 Jumadil Akhir 1433 H

Dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah [2]:110)

 

“Tidak henti-hentinya manusia memerangi kabah ini sampai ada suatu pasukan besar menyerangnya. Tatkala mereka sampai di Baida’ (sebuah tempat yang rata) mereka dibenamkan awal dan akhirnya dan tidak selamat pula di tengah-tengahnya.

 

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)- Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. (Q.S ar-Rum [30] :21).

 

 

Home Resensi Buku Islam 44 Teladan Kepemimpinan MUHAMMAD
JADWAL SHALAT
 Shubuh
04:35
 Fajar
05:51
 Dzuhur
11:51
 Ashar
15:14
 Maghrib
17:47
 Isya
18:59
 
 
Berlaku untuk wilayah
DKI JAKARTA dan sekitarnya.

Wilayah Lainnya :
 Bandung  - 3 Mnt
 Purwokerto  - 9.6 Mnt
 Kebumen  - 11 Mnt
 Solo  - 16Mnt
 Malang  - 23 Mnt
 Banyuwangi  - 30 Mnt
 Surabaya  - 24 Mnt
 Yogyakarta  - 14 Mnt

Who's Online

We have 42 guests online

Anda Pengunjung Ke

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini823
mod_vvisit_counterKemarin898
mod_vvisit_counterMinggu Ini4801
mod_vvisit_counterBulan Ini16783
44 Teladan Kepemimpinan MUHAMMAD PDF Print E-mail
User Rating: / 85
PoorBest 
    Buku boleh mungil, tapi isinya sarat dengan konsep dan makna. Itulah kesan pertama yang terbersit setelah membaca karya Herry Mohammad ini. Konsep dan praktek-praktek kepemimpinan yang sesuai dengan kiprah Nabi Muhammad SAW dipadatkan tanpa kehilangan maknanya.

     Diawali dengan perbandingan konsep kepemimpinan umum dengan kepemimpinan menurut Islam, buku ini membeberkan tugas dan fungsi kepemimpinan dalam tataran praktis. Termasuk di dalamnya apa yang wajib dan yang sangat terlarang dilakukan seorang pemimpin menurut kaidah-kaidah yang diwariskan Nabi Muhammad.

 Menyinggung soal siapa dan mengapa seseorang pantas menjadi pemimpin, misalnya. Di sini dipaparkan secara ringkas mengapa orang zalim, fasik, dan fajir tak perlu diangkat menjadi pemimpin. Yang menarik, diuraikan pula cara dan tahapan yang beradab untuk melengserkan pemimpin seperti itu.

Tak kurang dari 30 butir gagasan yang dikemukakan di sini untuk menggambarkan secara utuh konsep kepemimpinan menurut Islam. Semua, intinya, bermuara pada masalah akhlak yang Islami. Terungkap, misalnya, Islam tidak menolak seorang hamba sahaya atau tunanetra menjadi pemimpin sejauh akhlaknya memang memenuhi syarat.
 
Yang tak kalah penting diketahui, terutama oleh para pemimpin atau calon pemimpin, adalah paparan soal korupsi, suap, dan hadiah. Tergambar sangat gamblang, tindak korupsi tidak hanya berisiko sanksi hukum duniawi, melainkan juga aspek perhitungannya di akhirat kelak. Tegas dan jelas pula dipaparkan soal suap-menyuap serta sanksinya, berikut perbedaannya dengan hadiah. Walau sama-sama bermakna pemberian, suap dan hadiah dapat dibedakan dari motif dan sanksinya di akhirat.
 
Suap adalah pemberian yang mengandung maksud tertentu di balik pemberian itu. Penerima dan pemberi suap sama-sama akan memikul hukuman setimpal di akhirat. Sedangkan hadiah tampaknya masuk dalam ranah yang abu-abu. Walau demikian, Herry memberi contoh sikap Nabi soal hadiah: balas dengan pemberian yang sepadan.

Sumber :  Majalah Gatra Edisi 7 Januari 2009