|
JADWAL SHALAT
| Shubuh |
04:35 |
| Fajar |
05:51 |
| Dzuhur |
11:51 |
| Ashar |
15:14 |
| Maghrib |
17:47 |
| Isya |
18:59
|
| |
|
Berlaku untuk wilayah
DKI JAKARTA dan sekitarnya.
Wilayah Lainnya : |
|
|
| Bandung |
- 3 Mnt |
| Purwokerto |
- 9.6 Mnt |
| Kebumen |
- 11 Mnt |
| Solo |
- 16Mnt |
| Malang |
- 23 Mnt |
| Banyuwangi |
- 30 Mnt |
| Surabaya |
- 24 Mnt |
| Yogyakarta |
- 14 Mnt |
Who's Online
We have 41 guests online
Anda Pengunjung Ke
 | Hari Ini | 823 |  | Kemarin | 898 |  | Minggu Ini | 4801 |  | Bulan Ini | 16783 |
|
|
SUKSES BESAR DENGAN INTERVENSI ALLAH |
|
|
|
 Judul buku ini dengan mudah bisa dipahami bahwa apa pun yang dilakukan manusia tak bisa lepas dari adanya campur tangan Allah. Termasuk ketika Allah memberikan rezeki kepada hamba-Nya. Ambil contoh tukang ojek yang berderet di mulut sebuah perempatan jalan. Banyak tukang ojek dengan caranya masing-masing memasarkan jasanya. Ada yang melambai-lambaikan tangan, ada yang memanggil-manggil penumpang, ada juga yang langsung menghampiri penumpang, dan seterusnya. Ternyata seseorang memilih satu dari lebih 10 tukang ojek yang sedang mangkal di tempat itu.
Siapa yang menggerakkan seseorang untuk memakai jasa si tukang ojek? Jawabnya, Allah. Jika seorang yang bernama Aslam memilih Abdul si tukang ojek, maka Aslam adalah washilah (perantara) rezekinya si Abdul. Begitulah jika Allah telah berkehendak. Meskipun demikian, manusia tetap perlu bekerja keras untuk menjemput rezekinya itu.
Muhammad Syafii Antonio alias Nio Gwan Chung, dalam buku ini, memberi resep berupa empat perangkat yang mesti dilakukan seseorang agar apa yang hendak diraih bisa digapai. Empat perangkat itu adalah: menetapkan strategi, membekali diri dengan suatu keterampilan teknis atau kompetensi, menuangkan strategi dan kompetensi tersebut dalam aksi nyata, dan adanya evaluasi dari waktu ke waktu.
Menurut Syafii, dengan mengoptimakan kesungguhan upaya melalui keempat hal itu, diiringi dengan kualitas dan kuantitas doa, diharapkan intervensi Allah makin besar dalam menentukan keberhasilan doa yang kita panjatkan. Adapun asma ul-husna (nama-nama Allah) adalah saran yang paling mudah, praktis, dan lengkap untuk mengundang intervensi Allah itu. Bertitik tolak dari sinilah Syafii mendedah asma ul-husna agar intervensi Allah cepat terwujud. Sumber : Majalah Gatra Edisi 7 Januari 2009
|
|